Bagi wanita sepatu adalah hal yang wajib. Eh, engga, deng! Aku ga tuh! Meskipun aku wanita, hal yang wajib bagiku adalah alat gambar ! Oke ! Berarti aku harus meralat kalimat tadi. Bagi sebagian wanita, sepatu adalah hal yang wajib bagi mereka. Sebagian wanita. Aku ini cewek yang simple. Pakai sandal jepit pun jadi. Ga pakai alas kaki pun jadi. Terus aku jalan di jalan raya, dan aku di liatin banyak orang. Jadi terkenal deh aku! huahahahhahahaha! ( Gila! )
Ngomong-ngomong soal sepatu, aku jadi ingat tragedi yang kualami ketika membeli sepatu. Hampir setiap toko sepatu yang ku datangi, tidak ada yang menyediakan sepatu dengan ukuran kakiku. Ukuran kakiku antara 41-42.
"Wow! itu ukuran yang normal untuk seekor laki-laki! Kenapa kamu harus binyun?"
Memang sih itu ukuran yang normal untuk laki-laki. Tapi sayangnya aku bukan laki-laki, monyong! I am a girl ( mungkin ).
Hah~ emang sih, sepatu bukalah hal yang wajib buat akyu. Tapi bosen juga, nih pakai sepatu yang itu-itu aja. Jadi kuputuskan untuk membeli sepatu.
Yang jadi tempat tujuanku pertama kali adalah salah satu toko di mall Samarinda. Aku udah dapet satu nih. Tapi kurang gede dan panjang. Dan akhirnya aku nyari di toko sepatu yang lain. ( Ya, iyalah toko sepatu. Masa toko buku? ) Dan hasil yang kudapat? NIHIL! Oke. Aku ga bakal nyerah begitu aja. Demi kakiku, aku akan mencari lagi. Hasilnya? Ga ada! Cari toko, dapet toko, tapi ga dapat sepatu. Sial! Akhirnya aku nyerah. Aku putus asa. Aku sudah ga mau hidup lagi. Akhirnya aku mengikuti tren yang sedang terjadi di mall. Yaitu, bunuh diri. Caranya? Lompat aja dari lantai 3 atau 2. Niscaya, kamu akan mati ( tidak di sarankan :P ).
Beberapa hari kemudian, aku mendapat kabar baik dari ibuku.
" Dek, ayok ke Balikpapan. Katanya mau nyari sepatu..."
Mendengar itu aku langsung meloncat dari lantai dua rumahku. Terus naik lagi, dan aku loncat lagi. Ga lah! aku cuma teriak sekeras-kerasnya. Sangking kerasnya, tetanggaku ngelempar panci mereka ke wajahku. Tapi untungnya, karena di lempar panci, mukaku jadi cantik abis! ( anda di persilahkan untuk muntah ).
Begini kronologinya, saat aku pergi ke Balikpapan untuk membeli sebuah sepatu yang bisa di bilang, biasa! :
- Perjalanan di mulai dengan macet. Asli! Macetnya panjang banget!
-Akhirnya kami mencari jalan tembusan. Dapat! Binggo! Lancar~ :D
-Baru aja dapat yang lancar, udah dapat macet lagi. Sial!!!
-Dari pada bete, Aku gambar aja di mobil. Eh, lagi asyik-asyik gambar, tiba-tiba ada orang yang mukul kaca-kaca. Kukira ada perampokan. Jantungku udah dag-dig-dug-dog-deg-preet.
-Eh.... sekalinya cuma di suruh belok. Tahi.
-Setelah kami belok, eh, udah ga macet lagi. Jadi yang bikin macet jalanan tadi itu kami dong?! Sial.
-Ah~ Pada akhirnya kami bebas dari penjara! Eh! Ralat. Maksudku macet.
-Perjalanan pun di lanjutkan. Tapi aneh. Kok jalannya makin sempit. Mana lewat kuburan lagi! Kok masuk ke pemukiman orang sih?
-Setelah aku selidiki ke kantor polisi, ( Lebay deh ) dan aku bertanya kepada Bapakku, eh ternyata kita mau ke kondangan dulu. Yah... pantesan jalannya lain.
-Setelah pergi ke kondangan, kamipun berangkat ke Balikpapan.
-Di pertengahan jalan, niatku unutk membeli sepatu terkuras habis. Abisnya lama banget sih nyampenya. Aku ga suka lama - lama :P
-Yay! Pada akhirnya kami sampai. Dan langsung ke mall.
-Hah~ tokosepatu pertama, Gagal! Ga dapet sepatu aku.
-Toko kedua? Nihil.
-Toko ketiga, keempat, kelima juga.
-Pada akhirnya dapet sih... Tapi too common! Biasa! Di Samarinda palingan ada. Sial! Sial! Sial!
-Bukannya sepatu bagus yang kudapat, malah capek yang kudapat! Double sial! Oh~
-Argh! Dari pada bete, aku minta ijin ke Gramedia. Dan jawabannya adalah.. ( Tadaaaaaaa )
Ibu : Ga usah aja gen, dek! Di Samarinda aja..
Aku : .......
Geezzzz Triple Sial!!!
-Ya udah! Dengan sangat terpaksa aku pulang ke Samarinda. Aku hanya diam seribu bahasa ( hah?! Seribu? Bahasa Indonesia aja ga becus. Bisa seribu bahasa? Mustahil!! :P ) di dalam mobil.
-Tapi berkat kejadian itu aku jadi KEREatip. Buktinya aku biki lagu pleSETAN. :P
Jadi Gila
Sejak pertama ku beli s'patu
Tahu kah kamu
Ku sial melulu
Ke toko ini dan toko itu
Ku cari s'patu
Cuma dapet satu... uuuu
Sepatunya pun sepatu biasa dan murahan.. oh..
Kini ku tlah kapok untuk beli sepatu
ooohhh...
Kau buatku jadi gila..
Semakin gila
Oh sepatu biasa
Tak kuasa ku menahan
Rasa kecewa
Saat kau ku beli juga....
sampai sini aja.. :P
Terima kasih sudah membaca...
Tunggu cerita dodol lainnya ya
Happy Blogging All :)



wow...
BalasHapus???
BalasHapus